Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Yayan Ruhian: Dua Kepribadian Berbeda Di Yakuza Apocalypse

Yayan Ruhian: Dua Kepribadian Berbeda Di Yakuza Apocalypse

Hiburan.Indolah.com – Film Jepang Yakuza Apocalypse: The Great War of Underworld akan segera tayang di Indonesia 1 Juli mendatang. Mendekati waktu tayang, film ini semakin riuh diperbincangkan di Indonesia. Sebab salah satu aktornya merupakan aktor laga Indonesia, Yayan Ruhian.

Dalam film tersebut, Yayan Ruhian memerankan tokoh Kyoken. Aktor yang memulai karirnya dalam film Merantau itu pun menceritakan lebih detail tentang perannya saat diwawancarai oleh Sarah Sechan. Kyoken diceritakan memiliki dua kepribadian yang berbeda, yakni Otaku dan Yakuza.

Baca Juga : Ini Dia Kumpulan Video-Video Hot & Sexy “BAMBINO”

Di Jepang, Otaku merupakan panggilan bagi pencinta komik yang kerap diidentikkan dengan selera buruk dalam soal berpakaian. Mereka lebih suka mengeluarkan uang untuk hobi mereka daripada membeli baju yang sedang tren. Yayan menambahkan, Otaku memang memiliki karakter yang cenderung cuek dengan keadaan sekitar termasuk penampilan dirinya sendiri. Namun sisi baiknya, orang seperti Otaku selalu bersikap jujur.

“Kyoken ini merupakan jelmaan dari Otaku dan Yakuza. Otaku ini sosok pencinta komik, tak peduli dengan lingkungan bahkan dirinya sendiri. Tapi satu hal yang dapat dipelajari bahwa orang seperti itu selalu bersikap jujur, tidak pernah bohong apalagi membohongi,” papar aktor kelahiran Tasikmalaya 46 tahun silam.

Sementara, Yakuza merupakan sindikat kejahatan terorganisir di Jepang. Salah satu penampilan yang khas dari Yakuza adalah tato yang memenuhi seluruh tubuh mereka. Dan tentu mereka memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni.

Sehingga menurutnya, perpaduan dua karakter itu dalam sosok Kyoken menjadikan dirinya sangat sakti. Seperti berita indolah, Kyoken adalah satu-satunya orang yang mampu membunuh Genyo Kamiura (Lily Franky), Yakuza yang tak terkalahkan. “Jadi munculnya Kyoken dalam sosok Yakuza, dia menjadi sosok yang sangat sakti,” lanjutnya.

Lewat sosok Kyoken inilah tercermin bahwa kekuatan itu muncul dari orang-orang yang jujur. “Kalo saya melihat, ada semacam filosofi. Sebuah kekuatan itu bisa muncul dari orang-orang jujur,” paparnya.

Filosofi tersebut sesuai dengan ilmu bela diri yang selama ini ia tekuni. Dalam ilmu bela diri Silat, hal yang pertama kali diajarkan bukanlah bagaimana cara memukul melainkan membentuk posisi kaki kuda-kuda. Dikatakan oleh Yayan, posisi kuda-kuda yang kuat terletak pada hati, kaki hanyalah sebuah simbol.

“Pondasi yang kuat dalam silat itu di hati, di mental bukan di kaki. Sehebat apapun tendangan atau pukulan kalian, kalau pondasinya tidak kuat, akan turun lagi,” tandasnya. Berikut ini trailer indolah untuk anda.