Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Upaya Kecil Mencegah Perang Besar

Upaya Kecil Mencegah Perang Besar

Hiburan.Indolah.com – Tahun ini, Marvel Cinematic Universe memperkenalkan superhero terbarunya. Ia memang tak seterkenal Iron Man atau Captain America, atau sebesar Thor atau Hulk, bahkan bisa dikatakan sosoknya sangat berkebalikan dari para anggota The Avengers.

Namanya Ant-Man, yang langsung tampil dalam filmnya sendiri, di bawah arahan sutradara Peyton Reed (Bring It On, Yes Man). Dan, seperti semut, Ant-Man memang berukuran mungil, tetapi punya kekuatan yang melebihi tubuhnya, tak kalah dari para superhero yang lebih besar.

Baca Juga: Suzy Miss A Menolak Tawaran Pemeran Jadi Pasangan Park Hae Jin

Sosok Ant-Man sendiri ternyata bukan benar-benar baru. Doktor Hank Pym (Michael Douglas) berhasil menciptakan sebuah teknologi bernama Pym Particle, formula yang memampukan dirinya menyusutkan dan memperbesar tubuhnya seketika. Ia pun menerapkannya dalam sebuah pakaian khusus dan memakai identitas sebagai superhero Ant-Man untuk membela negaranya di Perang Dingin. Akan tetapi, ia menentang keras ketika institusi keamanan, termasuk S.H.I.E.L.D.—yang menaungi para superhero, hendak menduplikasi teknologinya demi kepentingan perang. Pym pun mundur dari aksinya di penghujung Perang Dingin tahun 1989.

Beranjak ke masa kini, seorang pencuri andal, Scott Lang (Paul Rudd), baru menyelesaikan hukumannya di penjara. Status sebagai mantan narapidana membuatnya kesulitan menyambung hidup, dan menyebabkan dirinya kesusahan untuk bertemu dan membiayai putrinya. Tiba-tiba, Pym mendatanginya menawarkan sebuah tugas khusus kepada Scott. Scott harus menyusup dan menggagalkan penelitian Darren Cross (Corey Stoll), yang nyaris berhasil meniru formula Pym Particle dan hendak menjualnya ke pihak-pihak berbahaya. Untuk mendukung aksinya itu, Scott dipercaya untuk menjadi Ant-Man yang baru.

Sebagaimana film-film superhero Marvel sebelumnya, film Ant-Man memang masih memakai konsep kebaikan melawan kejahatan. Tetapi, film Ant-Man juga menampilkan unsur yang belum pernah diangkat oleh Marvel. Skenario film ini awalnya digarap Edgar Wright (yang awalnya ditunjuk sebagai sutradara sebelum akhirnya hengkang) dan Joe Cornish, kemudian dilanjutkan oleh Adam McKay dan sang pemeran utama, Paul Rudd, dengan susunan plot yang biasa diusung film-film Heist atau pencurian (contoh seperti Ocean’s Eleven atau The Italian Job), serta memasukkan banyak unsur komedi.

“Kami tidak percaya bahwa film superhero adalah sebuah genre untuk dirinya sendiri. Kami suka mengambil beberapa genre dan menggabungkannya, lalu menambah elemen superhero ke dalam genre-genre film yang lain,” ungkap produser dan presiden Marvel Studios, Kevin Feige.

Dalam formula film-film heist, sebuah misi tidak mungkin dilakukan seorang diri. Itulah sebabnya, Pym & Scott juga didukung oleh beberapa tokoh dengan tugas masing-masing. Mereka adalah sohib Scott, Luis (Michael Peña), Dave (rapper Tip “T.I.” Harris), Kurt (David Dastmalchian), serta Hope (Evangeline Lilly), putri tunggal Pym yang turut melatih Scott menjadi Ant-Man.

Ant-Man adalah tokoh kreasi Stan Lee, Larry Lieber, dan Jack Kirby yang pertama kali muncul dalam komik Tales of Astonish terbitan Marvel tahun 1962. Orang yang berada di balik pakaian Ant-Man tidak hanya satu orang, di antaranya adalah Hank Pym dan Scott Lang, yang kemudian dijadikan tokoh utama di Ant-Man versi layar lebar ini. Ant-Man sebenarnya adalah salah satu anggota The Avengers formasi awal dalam versi komiknya di tahun 1963. Namun, baru pada tahun 2015 superhero unik ini akhirnya diangkat ke layar besar.

“Ant-Man adalah karakter yang sangat kuat. Ia bisa menyusut menjadi ukuran yang sangat kecil dan bisa memimpin pasukan berbagai jenis semut, yang secara permukaan terlihat seperti kemampuan yang konyol, tetapi yang istimewa dari komiknya, dan juga dari cerita ini, adalah kita bisa melihat hal-hal apa saja yang bisa dilakukan oleh sekelompok semut dan dengan cara yang menarik seperti apa mereka bisa membantu Scott,” ungkap sutradara Peyton Reed.

Ant-Man adalah bagian dari Marvel Cinematic Universe disebut sebagai film terakhir di Phase Two bersama Avengers: Age of Ultron, yang sedikit banyak akan terkait dengan film-film dan tokoh-tokoh Marvel yang lain. Jadi, perhatikan beberapa rujukan dan tokoh-tokoh semesta Marvel yang muncul dan tersebar di film Ant-Man ini. Ant-Man kini sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia, tersedia dalam format 2D, 3D, IMAX 3D, 4DX, dan Ultra XD. Dan, seperti biasanya film Marvel, jangan buru-buru keluar bioskop setelah film berakhir, karena ada adegan-adegan tambahan di tengah dan di penghujung credit title.