Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Tonton Film-film Karya Awal Sutradara Ternama Indonesia

Tonton Film-film Karya Awal Sutradara Ternama Indonesia

Empat film pendek karya awal sutradara ternama dan film omnibus Indonesia legendaris akan diputar gratis di Indolah.com Nonton Yuk!

Hiburan.Indolah.com – Film-film pendek dan panjang pilihan karya para sutradara ternama Indonesia kembali akan diputar secara gratis untuk umum di acara Muvila.com Nonton Yuk!. Bertempat di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Grand Indonesia, Jakarta pada Sabtu, 27 Juni 2015 pukul 1 siang, acara Nonton Yuk! keempat yang dihelat indolah.com sejak pertama kali pada Juni 2014 ini bakal memutar empat film pendek dan satu film panjang. Yang spesial, film-film pendek yang akan diputar nanti merupakan karya-karya pertama para sutradara Indonesia yang kini telah secara konsisten menggarap film.

Antara lain, Sarung Petarung karya Jason Iskandar (sutradara yang pernah masuk nominasi FFI lewat film pendek Tanya Jawab dan Singapore International Film Festival ke-25 berkat film pendek Seserahan), Still garapan Lucky Kuswandi (sutradara Madame X; Selamat Pagi, Malam; dan The Fox Exploits the Tiger’s Might), The Bridge bikinan Anggy Umbara (sutradara film laris Coboy Junior: The Movie dan Comic 8), dan salah satu film pendek Hanung Bramantyo (sutradara Brownies, Tanda Tanya, Sang Pencerah, dan Soekarno) di awal kariernya sebagai sutradara.

Tak cuma film-film pendek yang spesial. Acara indolah.com Nonton Yuk! juga akan memutar film omnibus yang berpengaruh besar terhadap perfilman Indonesia karya awal empat sineas papan atas Indonesia, Kuldesak. Film yang dibuat secara independen dengan fomat digital ini merupakan karya Nan T. Achnas (sutradara Pasir Berbisik, Bendera dan The Photograph), Mira Lesmana (produser film Ada Apa Dengan Cinta?, Laskar Pelangi dan Pendekar Tongkat Emas), Riri Riza (sutradara Gie, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Untuk Rena, dan Sokola Rimba), dan Rizal Mantovani (Jelangkung, trilogi Kuntilanak, dan film laris 5 cm).

Saking berpengaruhnya, Kuldesak sampai diganjar anugerah khusus dari Festival Film Indonesia (FFI) 2011 karena dinilai telah memberi inspirasi bagi generasi baru perfilman Indonesia. Selain menjadi tonggak karier bagi para sutradaranya, Kuldesak juga menjadi karya awal sineas Indonesia yang hingga kini terus aktif membuat film. Sebut saja, Yudi Datau (sinematografer), Yadi Sugandi (sinematografer), Nur Hidayat (sinematografer), dan Roy Lolang (sinematografer), Frans X.R. Paat (penata artistik), dan Thoersi Argeswara (penata musik).

Film-film pendek dan panjang tersebut bisa ditonton secara gratis di acara Muvila.com Nonton Yuk! serta diakhiri diskusi dengan para pembuat filmnya. Tiket pertunjukannya sendiri bisa didapat dengan cara lakukan registrasi satu jam sebelum acara dimulai. Sebelumnya, indolah.com Nonton Yuk! pernah memutar beberapa film pendek, seperti Sepatu Baru, Anna & Balerina, Lembusura, Rock n Roll, Drupadi, hingga film panjang Something in the Way karya Teddy Soeriaatmadja. Di acara pemutaran film ini, kamu bisa menonton film-film pendek maupun panjang alternatif yang jarang diputar di bioskop-bioskop komersial.