Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / The Avangers Dikritik Peran Wanita Sebagai Pemanis Saja

The Avangers Dikritik Peran Wanita Sebagai Pemanis Saja

Hiburan.Indolah.com – Bos Marvel Studios Kevin Feige menyangkal kritikan banyak orang dan media yang menilai bahwa semesta cerita The Avangers Cinematic Universe telah menaruh para karakter perempuan sebagai pemanis saja. Dalam sebuah acara di Los Angeles, Amerika Serikat beberapa hari lalu, Feige mengatakan bahwa film-film Marvel dipenuhi oleh para perempuan yang kuat dan cerdas.

Kritikan tentang tersisihkannya peran tokoh perempuan dalam film-film superhero Marvel ini mengemuka karena Ant-Man. Sebab, dalam film superhero teranyar Marvel itu, tokoh Hope van Dyne (Evangeline Lily), diperlihatkan batal melakukan aksi heroik karena disetop oleh ayahnya yang protektif, Hank Pym (Michael Douglas).

Baca juga : Tanah Longsor Di Nepal Mengakibatkan 17 Orang Tewas

“Mereka (para tokoh perempuan) belum pernah menjadi karakter-karakter utama dan hal tersebut akan berubah sekarang karena kami mengumumkan Captain Marvel yang karakter utamanya adalah Carol Danvers,” ujar Kevin Feige.

Feige melanjutkan, film Captain Marvel yang akan beredar pada tahun 2018 ini akan menjadi film pertama Marvel yang memperlihatkan aksi solo superhero pererempuan. Keputusan Marvel untuk membuat film superhero perempuan ini bukan sebagai reaksi atas kritikan para penggemar dan media. Soalnya, lanjut Feige, Marvel selalu memberikan tempat bagi karakter-karakter perempuan yang kuat.

Perdebatan tentang sikap Marvel Studios terhadap tokoh perempuan ini juga memanas pada awal tahun 2015. Saat itu, dalam sebuah wawancara, dua aktor Avengers: Age of Ultron, Chris Evans dan Jeremy Renner, sambil bercanda menyebut karakter Black Widow sebagai ‘pelacur’, karena dinilai memiliki hubungan romantis dengan Captain America dan Hulk.

Para penggemar juga merasa terganggu karena ada adegan yang menguak bahwa Black Widow tak bisa memiliki anak dalam Avengers: Age of Ultron—yang disutradarai Joss Whedon yang dikenal sebagai pendukung feminisme. Atas kondisi itu, tokoh yang diperankan Scarlett Johansson itu menyebut dirinya monster. Kevin Feige pun memberikan penjelasan.

“Semua opini tentang itu sah-sah saja. (Tapi) menunjukkan bahwa karakter perempuan tidak bisa bersifat multidimensional juga konyol. Black Widow diceritakan melakukan sebuah program pelatihan yang mengharuskan dia untuk mengangkat organ reproduksinya, barangkali itu membuat dia kesal,” ujar Feige.

Terkait tentang isu tentang terpinggirnya peran tokoh perempuan dalam semesta cerita Marvel ini, Marvel Studios juga pernah dikritik karena tidak menampilkan Wasp (karakter perempuan yang ikut mendirikan tim Avengers) baik dalam film-film The Avengers maupun Ant-Man. Pada Comic Con tahun lalu, Marvel juga tak menyebut keterlibatan Black Widow dalam cerita Avengers: Age of Ultron.