Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie News / Sutradara Insidious 3 Suka Nonton Film Horor Indonesia

Sutradara Insidious 3 Suka Nonton Film Horor Indonesia

Indolah.comFurious 7 telah membuka pintu kesempatan bagi Leigh Whannel untuk menyudtradarai cerita horor Insidious yang ditulisnya sendiri. Sejak seri ketiganya diluncurkan di bioskop, nama Leigh Whannel menjadi pembicaraan di seluruh media. Termasuk di Indonesia.

Belum lama ini, Liputan6.com berkesempatan berbincang dengan Leigh Whannell via telepon. Dalam obrolannnya, Whannel berbicara banyak hal mulai dari keterlibatannya di Insidious: Chapter 3 hingga inspirasinya menulis film horor.

Selama ini Whannel memang akrab dikenal sebagai penulis naskah dan aktor ketimbang sutradara. Karirnya di industri Hollywood, ia mulai dari menjadi aktor di serial televisi Neighbours pada tahun 1996. Lepas itu, ia baru membintangi Saw sekaligus mendampingi James Wan sebagai penulis naskahnya hingga beranak pinak. Whannel bersama James Wan pun beralih ke cerita horor lainnya yang bertajuk Insidious.

Mulai Insidious satu hingga kedua, James Wan duduk di bangku sutradara sementara Whannel tetap setia sebagai penulis naskah sekaligus pemeran pemburu hantu, Specs. Namun jabatan sutradara itu kemudian diambil alih oleh Whannel lantaran Wan diproyeksikan oleh Universal untuk menggarap Fast and Furious 7. Maka fase ketiga ini merupakan debut penyutradaraannya.

“Saat James Wan tak bisa menyutradarai film ini. Saya pikir, sayalah pilihan paling alami untuk menyutradarai film ini. Karena saya yang menulis dua film sebelumnya. Selama ini saya berpikir apa film pertama yang akan saya sutradarai, dan ini adalah pilihan paling bagus. Ketika saya ditawari untuk menyutradarai film ini ada satu momen di mana saya berpikir, akan sangat bodoh bagi saya bila tidak mengambil kesempatan ini,” ungkapnya.

Didapuknya sebagai sutradara, tidak mengurangi perannya dalam Insidious. Di Chapter 3 ini, Whannel tetap memainkan perannya sebagai penulis skenario. Saat ditanya insipirasinya saat menulis cerita horor, Whannel mengakui bahwa dirinya sangat terinspirasi film horor Asia.

“Tentu saja saya sangat terinspirasi film-film horor Asia. Saya suka nonton film horor dari Jepang, Thailand, juga Indonesia. Bagi saya budaya Asia dengan supernaturalnya sangat kaya. Saya sangat menyukainya”.

Di Indonesia sendiri memiliki banyak cerita berbau supranatural yang diolah dalam kemasan film apik. Sebut saja, Jaelangkung, Wewe, Tarot, dsb. Sementara film horor Indonesia yang telah mendapatkan apresiasi dunia antara lain Kala, Pintu Terlarang, The Perfect House, Modus Anomali, dan Rumah Dara.

“Saya juga suka film horor Indonesia. Saya lupa judulnya, tapi ada film horor dari Indonesia yang saya suka,” tandas Leigh Whannel.

Tak hanya sutradara Leigh Whannel yang terkesan dengan film supranatural Indonesia. Penonton Indonesia sendiri juga masih gemar menonton yang berbau mitos. Dari penelusuran sineas Heru Effendy (AADC, Petualangan Sherina), lebih dari 2200 judul film yang termaktub dalam Katalog Film Indonesia 1926 -2007 susunan JB. Kristanto, selera penonton Indonesia masih seputar legenda, mitos, sejarah kerajaan atau bahkan kombinasi ketiganya.