Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie Review / Review: Money Monster (2016)

Review: Money Monster (2016)

Money Monster (2016)

Money Monster (2016)

Indolah.com – Film teranyar Jodie Foster sebagai sutradara setelah The Beaver lima tahun silam punya banyak potensi untuk menjadikannya sebuah thriller yang tidak hanya menegangkan namun secara bersamaan juga cerdas. Money Monster punya dukungan cast ciamik; duo George Clooney dan Julia Roberts misalnya, lalu cerita dari Alan Di Fiore dan Jim Kouf juga tampak menjanjikan ketika mencoba mengawinkan kritik sosial tentang sistem ekonomi, dunia entertaiment dan sosial media dalam satu studio sempit acara televisi finansial populer bernama Money Monster.

Clooney berperan sebagai Lee Gates, host flamboyan Money Monster yang kerap memberikan wejangan keuangan dan situasi ekonomi dengan cara yang menghibur, termasuk stock market yang potensial untuk dilepas atau dibeli. Tetapi ada yang berbeda di episode hari itu ketika ia kedatangan tamu tak diundang dari belakang panggung. Seorang pemuda putus asa bernama Kyle Budwell (Jack O’Connell) yang langsung menyandera Gates dengan ancaman senjata dan bom rompi. Bukan tanpa alasan Budwell melakukan tindakan nekat tersebut, ia adalah salah penonton Money Monster yang mengikuti saran Gates untuk membeli saham perusahaan IBIS pimpinan Walt Camby (Dominic West) yang konsisten terus menerus mengalami kenaikan namun tiba-tiba BOOM, kemarin harga sahamnya jatuh tersungkur, alasannya gara-gara glitch alias kesalahan komputasi yang mengakibatkan kerugian hingga 800 juta dolar, termasuk di dalamnya seluruh uang Budwell. Dari sini situasi menjadi runyam, tidak hanya Gates yang nyawanya terancam namun juga sutradara Money Monster, Patty Fenn (Julia Roberts) dalam ruang kontrol yang hanya berjarak 24 meter dari panggung.

Baca juga: Review : Delirium

Drama penyanderaan selalu menjadi kasus menarik di thriller-thriler kriminal, tetapi faktanya, Money Monster tidak sepenuhnya menjadi sebuah crime thriller sejati. Ya, harus diakui dengan diselipkannya bumbu-bumbu tentang satir sosial mampu membuat Money Monster terlihat berbeda dan pintar di atas kertas, tetapi kenyataannya apa yang disajikan Foster terlihat seperti sebuah lawakan konyol yang terkesan tidak serius. Foster kurang lihai memadu padankan elemen thriller dan bumbu komedinya, tidak lihai kapan harus menampilkan humornya dan kapan harus serius dan kapan harus berdrama ria, meski memang sindiran-sindiran sosial itu cukup tajam dan bekerja dengan baik buat siapa saja yang berkecimpung di dunianya, lihat saja bagaimana tokoh Patty Fenn dan Lee Gates yang oportunis memanfaatkan momen teror itu untuk keperluan popularitas, atau lihat saja ketika warga New York yang masih nekat mendekat dan merekam segala kejadian dengan ponsel pintar dari dekat meski ancaman bom begitu besar.