Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie Review / Review : The Light Between Oceans

Review : The Light Between Oceans

The Light Between Oceans

Indolah.com – The Light Between Oceans, adalah sebuah film drama Amerika yang diangkat dari sebuah novel terbaik karya M.L. Stedman. Film ini digarap oleh sutradara Derek Cianfrance, dan perusahaan produksi 1

Amblin Partners, Heyday Films dan DreamWorks Studios.

Dilansir Hollywood Reporter 2012. Saat itu adalah tahun 1900 an, saat-saat setelah meredanya perang dunia pertama di lepas pantai Australia bagian barat. Pada suatu ketika, seorang penjaga mercusuar beserta istrinya tak sengaja menemukan sebuah perahu.
Setelah melewati masa-masa paling buruk pada garis depan pertempuran di barat, Tom Sherbourne memutuskan kembali ke Australia dan mulai bekerja sebagai penjaga mercusuar di wilayah Janus ROck.

Lokasi mercusuar ini berada pada sebuah pulau terisolasi, dimana perahu yang mengantar makanan dan bahan-bahan kebutuhan mereka hanya datang satu kali dalam satu musim, dan untuk tinggal bersamanya di lokasi yang sangat sepi itu, dia membawa istri tercintanya Isabel. Beberapa tahun setelah menikah, Isabel telah mengalami dua kali gagal melahirkan dan saat ini sedang menunggu, mendadak mereka mendengar suara tangisan bayi yang dibawa oleh angin.

Pria yang tidak merasa mengundang siapa-siapa menjadi penasaran dengan kehadiran perahu itu di wilayah penjagaannya. Pertama kali dia melihat perahu itu dari sorotan lampu mercusuar yang dioperasikannya setiap malam.
Tom yang bekerja sebagai penjaga mercusuar merasa bahwa sudah merupakan kewajibannya untuk melaporkan kejadian itu kepada yang berwajib setelah menemukan bahwa ada dua anak dalam perahu yang terdampar itu, dimana salah satunya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Akhirnya dia dan istrinya mendekati dan menarik perahu itu, dan menemukan seorang bayi perempuan yang baru berusia dua bulan dan seorang anak laki-laki yang sudah meninggal. Pasangan suami istri ini memutuskan untuk mengadopsi bayi itu dan mengangkatnya menjadi milik mereka.

Namun Isabel berkeras untuk merawat saja salah satu yang masih hidup, seorang bayi perempuan yang nantinya dinamainya Lucy. Setelah Lucy berumur dua tahun, Tom dan istrinya membawanya ke daratan untuk bertemu masyarakat lain. Namun pilihan untuk kembali ke tempat asal mereka telah menjadikan salah satu diantara mereka masuk dalam penderitaan. Siapa diantara mereka yang akan mengalami kehancuran?

Pasangan yang memang belum memiliki anak itu merasa bahwa kehadiran bayi itu adalah berkah yang tak mungkin mereka tolak, namun tanpa mereka sadari, apa yang kelihatannya seperti pemberian itu justru berubah menjadi hal-hal yang tragis, dimana moralitas dan cinta sejati mereka diuji sebagai orang tua angkat. Saksisan kelanjutan ceritanya pada tanggal 2 September 2016.