Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / REVIEW James Bond Spectre, Saatnya Berpisah dengan Daniel Craig?

REVIEW James Bond Spectre, Saatnya Berpisah dengan Daniel Craig?

REVIEW James Bond Spectre, Saatnya Berpisah dengan Daniel Craig?

Indolah.com – Bond, James Bond kembali ke bioskop lewat Spectre usai tiga tahun lalu kita bertemu dengannya di Skyfall. Saat menonton Skyfall tahun 2012, film James Bond ketiga yang dibintangi Daniel Craig, saya akhirnya mafhum: reboot kisah sang agen rahasia yang punya izin membunuh dan berkode 007 ini telah menemukan bentuknya yang ajek.

Boleh dikatakan, sejak Craig jadi James Bond tahun 2006 lewat Casino Royale hingga Skyfall, kisahnya telah jadi lingkaran penuh.

Maka, bagaimana kita menyebut Spectre ini, film Bond termahal dan diharapkan mampu melampaui box office Skyfall yang mencapai USD 1,1 miliar? Sebuah lingkaran baru atau semacam lekukan dari lingkaran yang sudah ada?

Anda mungkin masih ingat, James Bond versi Daniel Craig merupakan reboot kisah James Bond yang tak terkait dengan cerita-cerita aksi si agen rahasia di film-film sebelumnya. Episode James Bond sebelumnya, yang dibintangi Pierce Brosnan, berakhir di Die Another Day (2002).

Saat Die Another Day rilis, kita mendapati zaman yang tengah berubah. Serangan teroris ke New York dan Washington pada 11 September 2001 atau kerap disebut peristiwa 11 September (9/11, nine/eleven) mengubah wajah dunia seketika. AS menemukan musuh utamanya pasca-Perang Dingin usai satu dekade lewat. Perang melawan teroris menjadi wacana utama pasca-9/11.

James Bond di Die Another Day tak mewakili zaman yang baru saja berubah itu. Bond versi Brosnan masih mewakili dekade sebelumnya, saat Barat jadi pemenang Perang Dingin. Bond dengan berbagai peralatan canggihnya menjadi perlambang kehebatan Barat menguasai lanskap geo politik global pasca-Perang Dingin.

Namun, semua itu runtuh gara-gara peristiwa 9/11.

Lewat serangan teroris di hari Selasa yang nahas empat belas tahun lalu itu, mata Barat terbelalak. Teknologi canggih mereka tak membuat mereka kebal terhadap ancaman.

Bila dihubung-hubungkan, serangan 11 September 2001 seolah mengetuk kesadaran sineas Hollywood bahwa tak perlu teknologi canggih untuk menyerang negara adidaya. Cukuplah naik pesawat komersil sebagai penumpang, membajak pesawat dengan pisau lipat, lalu menabrakkannya ke gedung pencakar langit. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan oleh Hollywood, pesawat dijadikan senjata pemusnah massal.

Saat dunia berubah, Hollywood berubah pula. Agen rahasia yang dilengkapi teknologi canggih macam Bond dianggap sudah ketinggalan zaman.

Hollywood kemudian menemukan sosok jagoan baru di jagat spionase: Jason Bourne lewat The Bourne Identity (2002).

Adegan film James Bond Spectre. (dok. Sony Pictures)

Ya, Jason Bourne sejatinya anti-tesis dari James Bond-nya Pierce Brosnan dan pendahulunya. Bourne tak dilengkapi senjata canggih. Ia tak punya Q yang selalu membekalinya dengan peralatan mutakhir, atau pula atasan yang dipanggilnya M plus sekretarisnya Moneypenny. Bourne juga tak punya kebiasaan bejat meniduri banyak wanita.

Meski begitu, lewat kemampuan menaklukkan lawan dengan tangan kosong, Bourne dianggap lebih sesuai kenyataan. Saya berangan-angan, di alam bawah sadar sineas Hollywood, mereka berpikir: toh, teknologi canggih milik Bond tak mampu mencegah Barat diserang teroris dengan peralatan sederhana.

Alhasil, film terakhir Bond di era Brosnan (Die Another Day, 2002) terasa ketinggalan zaman saat muncul pasca-9/11. Hollywood sadar harus segera mengubur Bond rasa Brosnan atau mereka bakal ditinggalkan penonton.

James Bond versi Daniel Craig kemudian disodorkan sebagai jawaban atas zaman yang sudah berubah. Kalau Anda tonton lagi Casino Royale, rilis 2006, bakal terasa perbedaan yang jauh sekali antara Bond rasa Brosnan dengan Craig.

Saat Craig diniatkan jadi Bond, beberapa tradisi yang semula jadi ciri khas Bond dipreteli, dengan tetap mempertahankan beberapa lainnya. Bond versi Craig tak dibekali senjata canggih bikinan Q. Namun Bond versi Craig tetaplah doyan wanita, meski di filmnya hatinya terpaut pada seorang saja, Vesper Lynd (Bond jadi pria setia? Ini juga tak lazim). Dan terutama, Bond versi Craig berwatak dingin, minim humor—satu ciri Bond yang tak disadari banyak orang.