Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018)

Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018)

Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018)

Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018)

Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018), Sebelum menyimak review Ready Player One, baiknya menyimak sinopsisnya dulu. Tahun 2045, Bumi merasakan krisis pangan. Manusia punya satu loka di mana mereka dapat melarikan diri dari global yg kelam: suatu game khayalan reality (VR) mempunyai nama OASIS. Di dalam OASIS, orang-orang dapat menjadi apa saja contohnya berada pada dalam game massive multiplayer online (MMO).

Suatu saat, James Halliday (Mark Rylance), pencipta OASIS tewas global. Ia mewariskan kekayaan sekaligus hak kepunyaan OASIS untuk orang yang sukses menemukan easter egg. Easter egg ini mampu ditemukan memakai merampungkan 3 teka-teki. Semua teka-teki tersebut sanggup ditamatkan dengan menyaksikan kembali surat penjelasan kultur pop selera Halliday tahun 80-an.

Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018)

Maka, tinggallah remaja mempunyai nama Wade Watts (Tye Sheridan) pada sebuah tempat kumuh pada luar kota Columbus, Ohio. Ia menggunakan avatar mempunyai nama Parzival pada OASIS. Bersama teman-temannya, Art3mis (Olivia Cooke), Aech (Lena Waithe), Daito (Win Morisaki), & Sho (Philip Zhao), Wade berjuang memecahkan teka-teki & mengejar easter egg sebelum ditemukan lebih dulu sang Nolan Sorrento (Ben Mandelshon), korporat yg hendak mengkomersilkan OASIS.

Menonton Ready Player One adalah kebahagiaan terbesar untuk umat geek pada semua global. Bagaimana tak, film ini dipenuhi oleh banyak sekali karakter dari film, game, sampai musik menurut tahun 80-an. Tidak melulu itu, referensinya juga sampai tahun 2010-an, contohnya karakter Tracer menurut Overwatch hingga prajurit menurut Halo.

Baca juga :  Inilah 15 Gambar Resmi Avengers: Infinity War Yang Di Perlihatkan Marvel

Ready Player One dimulai menggunakan upaya pengarah adegan Steven Spielberg dan pengarang naskah Zak Pen (The Avengers) mengungkapkan apa dan bagaimana teknik kerja OASIS. Sembari memperkenalkan game VR tersebut memakai efek visual memukau, Ready Player One pun menceritakan bagaimana global distopia lokasi tinggal semua tokoh pada global nyata.

Bagian pengenalan sebelum menginjak puncak pertarungan ini terasa terburu-buru. Dialognya cepat dan penjelasannya diciptakan sesingkat barangkali sebagai akibatnya jadi susah diikuti untuk mereka yg belum kenal apa tersebut OASIS dari novelnya. Istilah-istilah game contohnya gunter (pencari telur), permadeath (apabila karakter mati, ulang dari awal), hingga respawn (hayati balik ) jua mungkin akan lebih sulit dicerna untuk yg tidak asing dengan game sebelumnya.

Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018)

Separuh mula Ready Player One laksana sekumpulan liputan dipadatkan sepadat mungkin. Akibatnya, selain susah dicerna, tidak tidak sedikit loka untuk pengembangan karakter. Hampir semua karakter tidak punya kedalaman yang membuat penonton bersimpati.

Tetapi, urusan ini sebetulnya sanggup dimengerti sebab tidak  gampang mengadaptasi novel yang jalinan ceritanya telah tersusun memakai baik ke pada sejumlah jam film, bahkan untuk Steven Spielberg sekalipun.

Ready Player One diusung menurut kitab berjudul sama karya Ernest Cline tahun 2011. Seperti halnya film, buku itu jua dipenuhi poly referensi-referensi kultur pop tahun 80-an. Jumlah referensi di bukunya jauh lebih banyak, dari mulai yang populer di pendengaran pembaca Indonesia contohnya game Pac-Man dan film Blade Runner (1982) hingga yg sangat obscure sekalipun laksana game Zork hingga film WarGames(1983).

Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018)

Meskipun tadinya sulit diikuti, laba saja semenjak mula kita telah dipertontonkan adegan tempur yg megah plus kaya surat keterangan. Dalam teka-teki kesatu, semua gunter mesti memacu kendaraannya sampai finis ala ala Death Race (2008).

Tetapi, halangan dan rintangannya adalah monster-monster laksana King Kong hingga Tiranosaurus rex. Mobil-mobil yg digunakan para gunter pula unik. Parzival misalnya, menggunakan kendaraan beroda empat DeLorean yg pintunya dimulai ke atas dari film Back to The Future (1985). Aech, rekan Parzival, memakai Monster Truck dan Art3mis menggunakan sepeda motor merah kepunyaan Kaneda dari Akira (1988).

Para gunter beda terpantau menggunakan mobil KITT menurut keterangan dari seri Knight Rider (1982-1986) & Mach 5 menurut Speed Racer.

Apa yg membahagiakan menurut keterangan dari Ready Player One adalah karakter-karakter yang sekitar ini anda cintai, menurut keterangan dari Mulai Gundam hingga Mechagodzilla, tumpah seluruh pada tontonan sekali duduk.

Sejak mini saya dan anda selalu membayangkan bagaimana bila karakter dalam film, game, hingga anime mampu saling berhadapan satu sama lain. Saya tidak jarang kali mengira itu melulu khalayan anak kecil semata. Tetapi, Ready Player One menciptakan seluruh tersebut sahih-benar terjadi.

Review Dan Trailer Film Ready Player One (2018)

Seperti yg sudah dianggap dalam review Ready Player One sebelumnya, film ini punya tidak sedikit sekali surat penjelasan pop culture dari tahun 1980-an sampai sekarang . Ternyata, mengoleksi surat penjelasan tersebut ke pada satu film tidak saja tinggal mendesain karakternya saja. Warner Bros., studio film ini mesti bernegosiasi bagaimana metodenya properti kepunyaan orang lain dapat dipinjam ke dalam Ready Player One.

Steven Spielberg bareng produser Kristie Macosko Krieger bekerja keras sekitar 3 tahun mengoleksi lisensi karakter yg diinginkan. Untungnya, beberapa akbar karakter itu adalah properti Warner Bros., laksana The Iron Giant.

Hanya saja, kesebelasan ini punya hambatan dalam meminta akses terhadap Ultraman. Di pada novel, Ultramanpunya peranan krusial pada akhir kisah ini. Sayangnya, pemegang propertinya masih sedang pada bentrokan pada Jepang. “Ultraman sedang pada permasalahan aturan sekarang,” kata Zak Penn, pengarang skenario. “Bahkan sutradara legendaris Steven Spielberg tak sanggup menenangkan pihak yg berseteru.”
Ultraman kesudahannya diganti menjadi Iron Giant pada pada film. Padahal, akan paling seru sekali menyaksikan Ultraman bertarung pada lokasi yang sama beserta Gundam.

Kesimpulan dari review Ready Player One dapat engkau bayangkan laksana ini: semenjak kecil anda gemar mengoleksi tokoh superhero DC, atau anda pemirsa waralaba Godzilla, atau apa juga itu. Bersama temanmu yang jua geek, kalian membicarakan game, film animasi, dan lain-lain.

Kamu bahagia dapat membahas apa yg anda cintai.

Kamu mulai berpikir, bagaimana bilamana suatu saat ada orang yang buat Gundam melawan Mechagodzilla. Kamu pikir tersebut cuma ada dalam khayalanmu saja saat main robot-robotan. Tapi pada tahun 2018, Steven Spielberg merealisasikan tersebut semua pada sebuah battle royale yang epik. Film Spielberg tersebut adalahReady Player One.

Seperti halnya novel, keunggulan Ready Player One tidak saja segudang referensi yg mampu anda perhatikan, akan namun ia pun membuatmu semakin menyayangi dirimu sendiri menjadi geek. Ready Player One membuatmu makin senang & energik nonton film, main game, & kegiatan-aktivitas yang mencantol kultur pop lainnya.