Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Penonton Akan Rasakan Menjadi Penjahat Utama

Penonton Akan Rasakan Menjadi Penjahat Utama

Hiburan.Indolah.com – Film yang dituturkan dari sudut pandang tokoh utama bukan hal yang unik lagi. Sutradara Gaspar Noe, misalnya, yang menuturkan Enter the Void (2009) dari sudut pandang (point of view) tokoh utamanya. Kita pun, penonton, seakan menyaksikan realitas cerita dari mata sang tokoh. Dalam film dengan pendekatan seperti ini, peran segala elemen teknis pembuatan film pun menjadi krusial. Selain itu, tentu saja ceritanya harus baik, menarik dan menunjang untuk dituturkan dengan pendekatan kamera seperti ini.

Film pendek Random Stop karya Benjamin Arfmann ini pun menjadi salah satu contoh yang tepat sebagai film yang memakai sudut pandang orang pertama atau tokoh utamanya ini. Film yang pertama kali diputar (premiere) dalam ajang The South by Southwest (SXSW) 2014 ini berdurasi sekitar tujuh menit. Kamera yang merupakan mata tokoh utamanya Random Stop terus bergerak seakan tanpa henti dalam merekam cerita. Ya, film pendek ini memakai teknik long take.

Baca Juga : Smartphone ‘James Bond’ Terbaru Dari Sony Segera Dirilis

Cerita Random Stop sendiri bersumber dari kisah nyata yang terjadi pada 12 Januari 1998, yaitu tentang seorang polisi atau sheriff, Kyle Dinkheller (diperankan Geoffrey Kennedy) yang tengah berpatroli di jalan raya. Suatu saat, ada sebuah mobil yang melaju kencang dan membahayakan. Kyle pun mengejarnya. Mobil tersebut lalu keluar dari jalan raya dan berhenti. Seorang pria, Andrew Brannan (diperankan Brian Krause) pun turun dan melakukan provokasi terhadap sheriff. Apa yang terjadi kemudian?

1

Walau hanya berdurasi tujuh menit, tapi adegan-adegan dalam film ini terbilang tak mudah untuk dieksekusi dalam bentuk long take. Ada car-chasing, dan baku tembak. Tak heran apabila proses syutingnya memakan waktu hingga tiga hari. Apalagi, mereka memanfaatkan pencahayaan alami dari matahari untuk syuting. Menurut pengakuan Benjamin Arfmann, para kru dan pemeran melakukan latihan terlebih dahulu sebelum pengambilan gambar. Sehingga, kemungkinan kesalahan dalam akting, sinematografi dan tata artistik bisa diminimalkan dalam pengambilan gambarnya nanti.

“Kami latihan seluruh adegan pada pagi hari selama 4 sampai 6 jam sambil menunggu level pencahayaan yang kami inginkan, setelah itu kamu syuting secepat mungkin selama beberapa jam di mana matahari bersinar cukup terang sesuai yang kami harapkan,” ujar Benjamin.

Sementara dari segi teknis kamera, Benjamin memakai kamera Radiant Images SI-2K Nano yang seukuran kamera GoPro. Kamera ini ditaruh di helm yang dipakai Justin Perkinson (sinematografer) selama pengambilan gambar. Bagaimana hasilnya? indolah bisa menikmati langsung film pendek Random Stop di bawah.