Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Lawakan Tak Bermutu Tidak Bagus Ditampilkan Di Televisi

Lawakan Tak Bermutu Tidak Bagus Ditampilkan Di Televisi

Hiburan.Indolah.com – Di saat Ramadan yang sebentar lagi akan berakhir, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah mengungkapkan hasil pemantauannya terhadap tayangan program Ramadan di semua stasiun televisi selama 10 hari kedua pada bulan suci ini. Walaupun secara keseluruhan tayangan program Ramadan di televisi sudah berjalan dengan baik, namun menurut KPI, masih ada tayangan variety show dan komedi pada bulan Ramadan yang didominasi oleh candaan dan lawakan yang tidak bermutu.

“Tayangan-tayangan seperti itu tidak pantas tersaji di bulan suci ini,” ujar Wakil Ketua KPI Pusat Idy Muzayyad di kantor KPI pada 13 Juli 2015. Idy melanjutkan, KPI pun meminta semua lembaga penyiaran untuk menghilangkan acara komedi saat Ramadan berlangsung.

Baca Juga : Tato Baru David Beckham, Tribut Spesial Untuk Si Kecil Harper

Pelanggaran-pelanggaran oleh stasiun televisi tersebut meliputi pelanggaran terhadap penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan, pelanggaran terhadap perlindungan anak dan remaja, pelanggaran terhadap perlindungan kepada orang dan masyarakat tertentu, serta pelanggaran klasifikasi program Remaja (R). Menurut KPI, program acara yang berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS), yaitu Pesbukers (ANTV), Alhamdulillah Kita Sahur (Trans 7), Sahur Itu Indah (Trans TV), dan Ngabuburit (Trans TV).

Idy Muzayyad juga mengatakan bahwa saat ini masyarakat sudah cukup selektif dalam menonton tayangan televisi. Ini terbukti dari hasil rating untuk program komedi yang mengalami penurunan. Menurut Idy, sudah selayaknya televisi mencari ide kreatif yang lebih bernas ketimbang menyajikan lawakan dan komedi yang justru menodai kesucian bulan Ramadan.

Tak hanya memantau tayangan Ramadan, KPI juga menyiapkan penghargaan untuk program-program televisi yang menyajikan tayangan penuh inspirasi. KPI juga akan mengumumkan program Ramadan televisi yang buruk dan tidak layak ditonton masyarakat. Dengan langkah-langkah yang akan dilakukan KPI ini, Idy mempercayai akan mendapatkan dukungan dari publik, sehingga masyarakat juga akan dengan sendirinya berhenti menonton tayangan-tayangan yang buruk.

Sebelumnya pada 1 Juli 2015, KPI Pusat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menyampaikan hasil pemantauan dan penilaiannya terhadap tayangan program Ramadan selama 10 hari pertama. Baik KPI maupun MUI mengapresiasi upaya stasiun televisi untuk memperbaiki kualitas program tayangan Ramadan tahun ini. Mereka berharap stasiun televisi kelak dapat memilih tayangan yang baik, menghibur dan berkualitas sekaligus inspiratif bagi masyarakat.

“Tayangan inspiratif harus jadi pilihan ketimbang acara-acara banyolan yang tidak bermakna,” ujar Komisioner sekaligus Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat Agatha Lily.