Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / “Kampung Zombie” : Tanpa Darah dan Motivasi

“Kampung Zombie” : Tanpa Darah dan Motivasi

kampung-zombie
Movie Review – Sebuah gunung di Jawa meletus memuntahkan wedus gembel, membunuh orang-orang kampung yang tinggal di kaki gunung. Lalu, melompat ke enam bulan kemudian. Lima sekawan, terdiri tiga cowok (satu di antaranya gemuk, sebagai objek tertawaan) dan dua cewek, naik gunung untuk melakukan semacam penelitian. Namun, entah meneliti apa, yang jelas sesampainya di kaki gunung mereka lantas mendirikan tenda. Lalu, inilah yang kita saksikan di layar:

Budi (El Jalaludin Rumi) terlihat tengah asik memukuli sasak tinju yang sengaja ia bawa. Tak jauh dari tempatnya berlatih tinju, kawannya, Rico (Axel Matthew Thomas), sedang asik ngobrol dengan seorang temannya yang cewek. Kemudian kita melihat Rico berjalan menjauhi tenda, dan seketika itu datanglah zombie-zombie yang berusaha menangkap mereka. Dan, aksi kejar-kejaran pun berlangsung…tanpa henti sepanjang film!

Bandingkan dengan sinopsis yang tertera di laman situs bioskop atau di situs lain yang khusus membahas film Indonesia. Begini: Lima sekawan baru saja melakukan perjalanan mendaki gunung. Di tengah perjalanan pulang, mobil yang mereka kendarai mengalami kecelakaan. Mereka pun bermaksud mencari bantuan di sebuah kampung. Ternyata yang mereka temui adalah sekawanan zombie.

Membuat cerita soal kemunculan zombie yang diakibatkan wedus gembel, alih-alih akibat terpapar virus seperti yang biasa ditampilkan film-film Hollywood jelas sah-sah saja. Bahkan ide itu terdengar segar dan sangat original.

Yang menjadi masalah adalah, zombie pun butuh motivasi untuk membunuh korban-korbannya. Apakah karena lapar atau karena insting mereka yang buas sebagai makhluk liar, di film ini zombie-zombie punya motivasinya sendiri-sendiri; ada zombie yang pendiam, ada zombie yang berisik, ada yang bergerombol, ada yang menyendiri, ada yang pintar berkelahi, ada pula zombie wanita yang penuh gairah birahi.