Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Indonesia Tidak Mendaftarkan Film ke Oscar 2016

Indonesia Tidak Mendaftarkan Film ke Oscar 2016

BRENTWOOD, CA - FEBRUARY 24: Nate Sanders displays the collection of Oscar statuettes that his auction company will sell online to the highest bidder on February 24, 2012 in Brentwood, California. (Photo by Toby Canham/Getty Images)

Indolah.com – Senin (12/10/2015) saya menghadiri acara pendirian organisasi baru produser film nasional yang menamakan diri APFI (Asosiasi Perusahaan Film Indonesia) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat. Selain datang untuk mencari tahu soal organisasi tersebut, saya punya agenda berbeda, mencari bahan untuk tulisan saya yang lain: mengapa Indonesia tak mengirim film ke ajang Academy Awards atau Oscar 2016?

Laman Variety, Kamis 8 Oktober 2015, mengabarkan penyelenggara Oscar atau Academy of Motion Picture Arts & Sciences (AMPAS) mengumumkan 81 negara telah mendaftarkan film mereka masing-masing untuk berlaga di ajang Oscar tahun depan. Di antara ke-81 negara tersebut terdapat film-film dari negara-negara seperti Ethiopia, Bangladesh hingga Palestina, Afgahanistan dan Irak.

Begitu pula negeri jiran kita seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand dan Kamboja juga mendaftarkan film mereka ke panitia Oscar.

Nah, saat menghadiri acara pendirian APFI saya mendapat jawaban kenapa sampai negara dengan penduduk 250 juta jiwa dan tahun kemarin menghasilkan seratusan film lebih (tepatnya 113 film jika mengutip filmindonesia.or.id) tak mengirimkan satu pun filmnya ke ajang bergengsi macam Oscar.

Jika data di Wikipedia bisa dijadikan acuan, Indonesia sejak 1987 mendaftarkan film ke perhelatan Oscar. Dari rentang 28 tahun terakhir tersebut didaftarkan film-film yang dianggap mewakili bangsa kita seperti Naga Bonar, Tjoet Nja’ Dhien, Langitku Rumahku,Bibir Mer, Daun di Atas Bantal, Gie, Biola Tak Berdawai, Denias: Senandung di Bawah Awan, Sang Penari, Sang Kiai dan Soekarno tahun kemarin.

Memang–sekali lagi jika Wikipedia bisa dijadikan acuan–kita tak rutin mendaftarkan film saban tahun. Ada masa kita tak ikut serta di ajang Oscar. Wikipedia mencatat, Indonesia tak mengirim film pada tahun 1988, 1991, 1993-1997, 2000, 2001, 2004 dan 2008.

Baiknya sih kita bicara dahulu tentang Academy Awards alias Oscar. Ajang ini tak terbantahkan adalah ajang penghargaan insan perfilman paling bergengsi di dunia. Tahun depan untuk ke-88 kalinya Oscar digelar. Meski utamanya ditujukan bagi insan film Hollywood, Oscar tetap dianggap puncak ajang penghargaan film.

Saat Oscar pertama digelar tahun 1929, tak ada penghargaan bagi film yang berbahasa di luar Inggris. Selepas Perang Dunia II, dari 1947-1955, penyelenggara Oscar, AMPAS memberi penghargaan bagi film luar AS, namun tak dilombakan dalam kategori membuka kategori khusus. Kategori Film Berbahasa Asing Terbaik atau nama kategori resminya Best Foreign Language Film baru dimulai di ajang Oscar tahun 1956. Sejak tahun itu hingga sekarang, kategori itu jadi tempat berlaga film-film luar AS.

Dalam buku petunjuk peraturan penyelenggaraan Oscar 2016 yang dimaksud Film Berbahasa Asing adalah film panjang yang diproduksi di luar AS dan lebih dominan menggunakan bahasa non-Inggris pada dialognya.

Untuk Oscar tahun depan pendaftaran bagi yang ingin ikut berkompetisi di kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dibuka dari 1 Oktober 2014 hingga 30 September 2015. Sepanjang masa pendaftaran itu tampaknya tak ada yang mendaftarkan film dari Indonesia.