Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie News / Gandhi Fernando Ajak Artis Lain Yang Jarang Mendapatkan Peran

Gandhi Fernando Ajak Artis Lain Yang Jarang Mendapatkan Peran

Hiburan.Indolah.com – Tahun 2014, sosok Gandhi Fernando muncul ke blantika film Indonesia lewat film berbahasa Inggris, The Right One. Tak hanya membintangi film drama roman itu bersama Tara Basro, Gandhi juga produser dari film ini bersama rumah produksi miliknya, Renée Pictures. Tak berhenti di sana, Gandhi rupanya sudah menyiapkan beberapa judul film produksinya untuk dirilis. Tahun ini saja, ia sudah merilis film horor Tuyul: Part 1, dan segera tayang pekan ini, film komedi Pizza Man. Kedua film itu juga melibatkan dirinya sebagai penulis skenario dan aktor.

Meski terbilang baru terjun sebagai filmmaker di Indonesia, Gandhi bersama Renée Pictures termasuk aktif dalam memproduksi film. Dalam satu tahun mendatang, Renée Pictures juga sudah siapkan tiga film lain untuk dirilis: drama roman Zodiac Theory, thriller Midnight Show, dan Visionary. Dengan ragam genre yang dihasilkannya dalam jarak yang berdekatan, Gandhi mengaku memang tengah berusaha menawarkan sajian baru untuk penonton film Indonesia lewat ide-ide yang ditawarkannya dalam film-film produksinya.

“Gue mau Renée Pictures sebagai PH (production house, red.) yang selalu bikin yang beda, berkonsep, yang mementingkan cerita, baru kemudian (mementingkan) pemain dan jualan. Gue berprinsip bikin film yang gue mau nonton. Kalau gue nggak mau nonton film itu, gue nggak akan bikin,” ungkap Gandhi dalam wawancara dengan Muvila beberapa pekan lalu.

Di luar segi cerita, prinsip Gandhi itu juga diterapkan dalam pemilihan talenta yang diajak kerja sama. Gandhi mengaku sengaja memilih pemain dan pembuat film yang sebelumnya jarang, atau belum pernah terlibat di film layar lebar. Itu juga sebabnya Gandhi selalu mengajak sineas yang terbilang masih baru, seperti Stephen Odang di The Right One, Billy Christian di Tuyul: Part 1, dan Ceppy Gober yang mengarahkan Pizza Man. Filmnya yang akan datang, Zodiac Theory juga adalah film kedua sutradara Dinna Jasanti (Laura & Marsha), dan Midnight Show jadi debut penyutradaraan Ginanti Rona Tembang Asri.

“Karena gue sekolah akting dulu, baru sekolah produksi. Jadi, memang cita-cita gue jadi aktor. Sebelum gue bikin film, gue seorang aktor, baik di Amerika maupun di Indonesia, main FTV atau sinetron. Tapi, gue memang belum punya media value saat itu, cuma pemain biasa aja. Wartawan nggak kenal karena gue nggak pernah nongol di acara-acara,” aku Gandhi.

Gandhi Fernando dikritik banyak orang tentang penampilan yang “NARSIS”

“Film-film yang gue tulis, kebanyakan gue cocok memerankannya. Ada beberapa skenario yang gue nggak cocok jadi gue nggak akan memainkan perannya—tapi akan jadi sutradara dalam film itu. Gue nggak mau jadi produser yang hanya jadi ‘produser’ dan hanya membiayai filmnya. Gue harus involve di tiga bagian kreatif: akting, penulisan, atau sutradara. Kalau cuma jadi produser doang gue nggak mau, cuma hitung-hitung angka, ngapain?” urainya lagi.

Kualitas produksi rupanya juga jadi alasan Gandhi sejauh ini jarang bermain di film-film produksi orang lain. Ia ungkapkan bahwa sudah banyak tawaran untuknya sebagai aktor, namun hampir semuanya tidak sesuai dengan kualitas yang ia harapkan. Gandhi sendiri mengaku tidak membatasi diri hanya main di film buatannya sendiri, seperti yang ia buktikan dengan bergabung di film komedi action Comic 8: Casino Kings garapan Anggy Umbara, yang tayang bulan Juli mendatang.