Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Film Serial Turki Lebih Mahal Dibangdingkan Film Korea

Film Serial Turki Lebih Mahal Dibangdingkan Film Korea

www.indolah.com

Hiburan.Indolah.com – Di layar televisi Indonesia sekarang ini sedang beradu program tayangan luar negeri. Meski tidak setenar serial India dan Korea, pamor serial Turki di stasiun televisi Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Terbukti serial Elif yang ditayangkan SCTV berhasil meraih rating tinggi sejak pertama kali menyapa pemirsa pada 30 Maret lalu. Sebelum Elif, rating serial Abad Kejayaan di ANTV juga cukup bergigi.

SCTV lalu kembali mengisi jadwal tayangnya dengan serial drama Turki terbaru, yakni Zahra. ANTV pun mengikuti langkah yang sama dengan menayangkan serial Shehrazat yang dibintangi oleh pemeran utama Abad Kejayaan. RCTI yang tadinya menayangkan drama Korea kini mulai tergoda untuk mencoba menayangkan serial Turki. Beberapa hari terakhir, RCTI meluncurkan promo serial produksi Turki yang diberi judul Indonesia, Gang Damai.

Baca Juga : Samsung Stop Penjualan Galaxy S6 Dan S6 EDGE, Kenapa?

Meski demam serial Korea masih hangat dirasakan di Indonesia, namun jumlah serial Korea yang ditayangkan di stasiun TV swasta mulai menyusut. Hal ini diprediksi lantaran rating yang didapatnya tidak begitu tinggi. Walhasil, stasiun televisi swasta berduyun-duyun beralih ke serial televisi Turki, walau ternyata biaya yang digelontorkan untuk menayangkannya lebih mahal dari serial drama Korea.

Berdasarkan data Kementerian dan Kebudayaan Turki, pada awalnya serial Turki hanya menghabiskan biaya produksi sekitar 35 dolar sampai 50 dolar AS (Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu) per episodenya. Tapi sekarang ini, anggaran untuk memproduksi satu episode serial saja bisa menyentuh angka 500 dolar AS sampai 200 ribu dolar AS (Rp 7 juta sampai Rp 2,7 miliar). Padahal jumlah episode serial Turki bisa mencapai puluhan dan bahkan ratusan.

Sedangkan, biaya untuk membeli satu jam tayang serial drama Turki mencapai lebih dari 5 ribu sampai 125 ribu dolar AS (Rp 66 juta hingga Rp 1,6 miliar), menurut laporan INDOLAH. Itu berarti, seri termahal Turki adalah serial yang memiliki 100 episode, yang jika hak tayangnya dijual bisa mencapai angka 12,5 juta dolar AS (Rp 166 miliar).

Bandingkan dengan serial drama Korea yang bisa diproduksi dengan anggaran minimal 21.750 dolar AS (Rp 289 juta) per episode, atau 435 ribu dolar AS (Rp 5,7 miliar) per episode untuk drama berlatar sejarah seperti Gu Family Book dan Faith. Drama Pinnocchio yang sempat mendominasi rating di layar kaca Korea Selatan itu saja dijual dengan harga sekitar 280 ribu dolar AS (Rp 3,7 miliar) per episode. Sehingga total pembelian hak tayang 20 episode drama Pinnochio bisa mencapai angka 5,6 juta dolar AS (Rp 74 miliar).

Meski begitu, serial drama Turki sudah berekspansi ke lebih dari 30 negara, termasuk Amerika Serikat. Menurut laporan terbaru indolah, Turki berhasil mengekspor serial drama TV-nya senilai 200 juta dolar AS (Rp 2,6 triliun) per tahun. Tak heran jika pertumbuhan industri televisi Turki kini menjadi tercepat kedua di dunia.