Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie / Film 58’ untuk Indonesia, Persembahan Dari Ideavolution

Film 58’ untuk Indonesia, Persembahan Dari Ideavolution

1

Hiburan.Indolah.com – Setelah sukses menggelar rangkaian Indomovies Movement selama tiga bulan sejak Maret hingga Juni, Ideavolution berhasil menghimpun sejumlah video kiriman masyarakat dan komunitas mengenai permasalahan yang terjadi di Indonesia beserta solusinya.

Video-video tersebut kemudian disunting menjadi sebuah film utuh berjudul 58’ untuk Indonesia. Di dalamnya, disematkan dua tokoh sahabat, Rindo dan Nesya yang memiliki nasionalisme tinggi. Untuk mengenal lebih dalam lagi tentang Indonesia, keduanya berencana menghabiskan waktu bersama untuk pergi ke museum.

Baca Juga : Warna-Warni Avanza Pop You Up Dari Yogyakarta

Selama perjalanan, mereka menemukan banyak permasalahan sosial yang belum dipecahkan Indonesia. Gusar dengan kondisi tersebut, Nesya pun pesimistis Indonesia bisa menjadi Negara yang maju. Tapi sebagai generasi yang aktif dan dinamis, Rindo & Nesya pun berusaha memberikan solusi untuk mengurangi problematika tersebut dengan ide-ide menarik.

Sesuai dengan judulnya, film ini dikemas dengan durasi 58 Menit. Dalam film ini diceritakan jika keduanya melakukan perjalan pada tanggal lima bulan Agustus. Dan mereka pun mengakhiri perjalanan pada jam lima sore menit ke-8. Film 58’ Menit untuk Indonesia diharapkan mampu menggerakan hati para generasi muda untuk melakukan hal positif dan membantu mengurangi segala permasalahan sosial yang terjadi di Negara kita tercinta, Indonesia. Film 58′ untuk Indonesia akan ditayangkan secara streaming lewat Mivo Indonesia pada 2 Juli pukul 13.00.

Tentang Ideavolution

Ideavolution merupakan sebuah gerakan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap ide-ide kreatif dan inovatif. Ideavolution terbentuk sejak tahun 2013 didasari keinginan untuk terus memajukan Indonesia melalui inovasi di berbagai Berfungsi sebagai wadah, Ideavolution diharapkan dapat menampung ide-ide dan memberikan berbagai inspirasi untuk berinovasi serta menyampaikan ide-ide tersebut kepada pihak yang tepat sehingga bisa direalisasikan menjadi inovasi yang sesungguhnya.

Sebelumnya, Indomovies Movement mengadakan gathering dan menonton bersama film Cita-Citaku Setinggi Tanah yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang persoalan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Indomovies Movement mengajak masyarakat ikut dalam aksi ini dengan membuat dan mengirimkan film-film pendek yang berisi solusi atas berbagai permasalahan bangsa.

Pada kesempatan lain, Indomovies Movement juga memutar film drama berlatar di Jakarta yang juga merekam problem sosial masyarakatnya, Jakarta Maghrib, karya sutradara Salman Aristo. Pada kesempatan itu digelar diskusi yang menghadirkan pula founder komunitas sepak bola anak jalanan Garuda Baru, Mahir Bayasut, dan sejarawan pendiri Komunitas Histori Indonesia, Asep Kambali. Mereka berdua dan Salman berbagi pengalaman dan wawasan yang diharapkan jadi pemicu inspirasi para calon peserta Indomovies Movement yang hadir.