Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie News / Another Trip To The Moon Akan Ditayangkan Perdana di Indonesia

Another Trip To The Moon Akan Ditayangkan Perdana di Indonesia

Indolah.com – Bermula dari kegelisahannya akan proses produksi kreatif dan penguatan jejaring kerja demi meningkatkan mutu sumber daya manusia kreatif utamanya dalam perfilman, Ismail Basbeth memndirikan Hide Project Indonesia di tahun 2008. Proyek tersebut fokus serta disiplin untuk bereksperimen dalam tata tutur, bentuk, dan teknik pembuatan film. Proyek yang semula digagas perseorangan itu pun berkembang dengan bergabungnya Suryo Wigoyo serta Cornelio Sunny. Namanya pun berganti menjadi Hide Project Films.

Hide Project Films kini tumbuh sebagai sebuah rumah produksi yang menawarkan alternatif gaya bercerita, tema, ataupun skema produksi dengan selalu bekerja sama dengan sutradara-sutradara kreatif. Jika sebelumnya seluruh orientasi karya Hide Project Films berangkat dari pengelolaan penonton berbasis komunitas melalui pemutaran lokal dan regional, per tahun 2012 Hide Project Films berusaha melebarkan orientasi dan basis penonton dengan cakupan nasional dan internasional. Hal ini adalah respon atas kebutuhan dan pertumbuhan pasar di Indonesia dan Asia dengan tetap mempertahankan ciri dan semangat Hide Project Films yang telah terbangun sebelumnya.

Sementara Bosan Berisik Lab dengan anggotanya Ismail Basbeth, Charlie Meliala, Leilani Hermiasih, adalah sebuah laboratorium kreatif dengan semangat eksperimen dan eksplorasi ide dan pengetahuan lintas disiplin seni dan satra, berbasis jaringan kerja dan transfer gagasan, bersifat kolaboratif dan dikelola dengan dinamis dan adaptatif. Lahir pada tahun 2012 demi mempertahankan semangat eksperimentatif yang selama ini telah ada dalam kelompok kerja kami, yang sebelumnya hanya fokus pada karya film.

Keduanya menjalin kerjasama yang nantinya diharapkan mampu menarik minat dan berpadu dengan rekan kerja dan rekan kolaboratif yang sedang dan akan bekerja sama dengan mereka, utamanya dari rekan-rekan dan kelompok kerja yang begitu beragam di Yogyakarta, Indonesia, dan Asia. Dari kerjasama mereka tercipta sebuah embrio lahirnya gelombang baru dalam perkembangan sinema tanah air. Sebuah gelombang yang akan selalu mampu memecah kebuntuan dan keajegan gagasan kreatif dalam wilayah mainstream; melalui transfer gagasan, pengetahuan, dan jaringan kerja.

Proyek mereka merupakan prototype kerja kolaboratif dari berbagai disiplin ilmu seni, yang nantinya selain karya film akan ada musik album, buku dan berbagai karya seni terjemahan ulang atas karya berjudul sama; Another Trip to the Moon. Demi mempermudah khalayak untuk mempelajari dan memahami pola kerja dan tujuan proyek ini, mereka akan melakukan presentasi publik karya film Another Trip to the Moon, yang sebelumnya telah diputar pertama kali (world premiere) dalam ajang bergengsi Hivos Tiger Awards di International Film Festival Rotterdam 2015.

Another Trip to the Moon akan di putar di Moscow International Film Festival 2015, salah satu festival film tertua di dunia dengan mega-bintang dan karya menantang dari seluruh dunia. Para penerima penghargaan untuk capaian permainan akting terbaik di festival ini misalnya Jack Nicholson dan Jeanne Moreau, Meryl Streep dan Harvey Keitel, Fanny Ardant dan Daniel Olbrychski, Gerard Depardieu dan Oleg Yankovsky, Isabelle Huppert , Emmanuelle Beart dan Helen Mirren, mampu menggambarkan sebesar apa festival ini. Satu kebanggan bisa turut berpartisipasi mewakili Indonesia dalam gelaran festival ini di Moscow, Rusia.

Selain akan diputar untuk pertama kali di Yogyakarta, Another Trip to the Moon akan diputar secara regular di Kineforum, Jakarta mulai 12 Juni 2015 selama 9 hari yang dibagi beberapa periode pemutaran dalam satu bulan, yang tergabung dalam rangkaian pemutaran perdana film ini di Indonesia. Pemutaran regular dan berdonasi di 2 kota ini dilakukan untuk uji coba penonton demi melihat reaksi publik terhadap karya kami, sekaligus donasi yang didapat dari setiap rangkaian pemutaran akan digunakan untuk merampungkan dan menyiapkan peluncuran proyek kolaborasi kami dengan berbagai seniman di berbagai bidang seperti; musik album, buku, instalasi, merchandise, secara bersamaan di bulan Agustus nanti. Para kolaborator dan seniman yang terlibat antara lain: Zeke Khaseli (Zeke & The Popo), Monica Hapsari (Pandai Besi), Leilani Hermiasih (Frau), Budi Marcukundha (Icarie), Anggito Rahman (Sungai), Elda Suryani (stars and rabbits), Aan Mansyur (Sastrawan), Zulfan Riyadi (Designer/tempatkerja) dan lain sebagainya.