Templates by BIGtheme NET

How to Train Your Dragon 3: The Hidden World
Home / Movie Trailer / The Unclean (Najes), Kisah Pria Muslim yang Menabrak Anjing

The Unclean (Najes), Kisah Pria Muslim yang Menabrak Anjing

Indolah.com – Suara kencang terdengar dari luar mobil Naser ketika ia sedang menyusuri jalan raya yang sepi di Iran. Naser, pria muslim bertubuh tambun itu, sontak kaget. Sekejap, ia sadar telah menabrak sesuatu yang bernapas. Ia langsung menghentikan mobilnya, dan keluar, lalu menghampiri sesuatu yang ditabraknya itu. Anjing yang dihantam mobil sedan tua Naser ternyata masih bernapas tersengal-sengal, darah mengucur dari tengah badannya yang sudah lemas.

Walau tak mau terkena najis karena menyentuh anjing, namun akibat dorongan rasa iba, Naser memboyong anjing malang itu ke klinik dokter hewan. Akan tetapi, klinik tak menyediakan fasilitas rawat inap. Mau tak mau Naser harus merawat anjing itu di rumahnya. Masalahnya, istri dan ibu Naser menolak kehadiran anjing itu. Mereka khawatir seisi rumah jadi penuh dengan najis. Terlebih lagi, mereka akan menghelat acara keagamaan. Perdebatan-perdebatan kecil pun mencuat. Naser akhirnya mengambil jalan pintas.

Tetapi, jalan pintas tak selalu selaras dengan hati nurani dan rasa kemanusiaan. Ada jalan panjang dan waktu lebih lama yang dibutuhkan hati nurani dan rasa kemanusiaan untuk pria seperti Naser. Maka, ketika akhirnya Naser tampak kebingungan dalam mengurus anjing yang ditabraknya, film pendek karya Bahram Ark telah memanusiawikan Naser. Film pendek The Unclean (Najes) ini memperlihatkan bahwa belas kasihan adalah juga pondasi dari kemanusiaan.

Yang menarik, Bahram Ark, sebagai sutradara, tak hendak menjadikan orang-orang terdekat Nasser yang menolak kehadiran si anjing malang sebagai pihak yang, katakanlah, jahat. Sebab, bagaimanapun, mereka hanyalah orang-orang yang punya keyakinan pada ajaran agama, dan Bahram tak ingin menyalahkan mereka. Walhasil, wajah istri dan ibu Naser tidak diperlihatkan oleh sorotan kamera secara mutlak oleh Bahram. Ada kalanya kamera hanya memperlihatkan sisi samping ibunya, atau agak mem-blur-kan wajah sang istri.

Akan tetapi, sayangnya, film pendek ini hanya membela istri dan ibu Naser dalam tataran bahasa visual. Adapun secara verbal, The Unclean (Najes) masih memberikan rangkaian-rangkaian dialog yang justru lebih memperlihatkan kekolotan sifat mereka ketimbang peluang untuk lebih moderat dan berpihak kepada rasa kemanusiaan. Toh walau begitu, film pendek The Unclean (Najes) tetap mampu memperlihatkan pergulatan psikologis yang baik pada karakter Naser.

Sebab, film pendek ini pada akhirnya memang tentang seperti Naser sebagai representasi manusia yang memiliki sifat manusiawi maupun manusia yang mau berjuang untuk menemukan kemanusiaannya. Manusia-manusia yang eksistensinya akan selalu diperlukan dalam masyarakat mana pun. Tonton film pendek The Unclean (Najes) di bawah.